Penguatan Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Melalui Pendampingan Legal Mapping Partisipatif Di Desa Tambangan
DOI:
https://doi.org/10.69812/jpn.v3i3.280Keywords:
Legal Mapping, Kepastian Hukum, Hak Atas Tanah, Partisipasi Masyarakat, Administrasi PertanahanAbstract
Permasalahan mitra di Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, berkaitan dengan belum tertibnya dokumentasi penguasaan tanah, ketidakjelasan sebagian batas bidang, keragaman bukti administratif, keterbatasan penelusuran riwayat peralihan, serta belum meratanya pemahaman warga mengenai hubungan antara data fisik, data yuridis, dan pendaftaran tanah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat prasyarat administratif dan yuridis menuju kepastian hukum hak atas tanah melalui pendampingan legal mapping partisipatif, tanpa menempatkan kegiatan sebagai proses penetapan atau pengesahan hak. Intervensi dilaksanakan pada 6 Juli 2026 melalui lima tahap, yaitu identifikasi masalah mitra dan koordinasi, penyuluhan hukum pertanahan, inventarisasi data fisik dan yuridis, verifikasi partisipatif, serta evaluasi dan penguatan keberlanjutan. Instrumen pendampingan mencakup lembar identitas bidang, daftar periksa dokumen, catatan riwayat penguasaan dan peralihan, sketsa batas partisipatif, matriks klasifikasi masalah, dan kuesioner pemahaman. Hasil kegiatan menghasilkan klasifikasi awal persoalan pertanahan, basis informasi pendukung bagi pemerintah desa, buku saku administrasi pertanahan, serta model pendampingan yang menghubungkan input, proses, output, outcome, aktor, indikator, dan mekanisme replikasi. Bukti yang tersedia menunjukkan perubahan pemahaman secara deskriptif melalui kemampuan peserta membedakan penguasaan faktual dengan pembuktian yuridis dan mengidentifikasi dokumen yang perlu disiapkan. Namun, naskah sumber tidak memuat rekap kuantitatif jumlah peserta, jumlah bidang terinventarisasi, maupun skor berpasangan pre-test–post-test. Karena itu, artikel ini tidak merekayasa angka dan membatasi klaim dampak pada capaian yang dapat diverifikasi dari dokumentasi kegiatan. Keberlanjutan diarahkan melalui pemutakhiran data desa, penetapan focal point, koordinasi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Bulukumba, dan monitoring berkala.
Downloads
References
Alimuddin, N. H. (2021). Implementasi sertifikat elektronik sebagai jaminan kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah di Indonesia. SASI, 27(3), 335–345. https://doi.org/10.47268/sasi.v27i3.509
Ameyaw, P. D., & de Vries, W. T. (2021). Toward smart land management: Land acquisition and the associated challenges in Ghana. A look into a blockchain digital land registry for prospects. Land, 10(3), 239. https://doi.org/10.3390/land10030239
Artika, S. D., & Silviana, A. (2025). Kepastian hukum atas pemilik tanah yang tumpang tindih akibat penerbitan sertifikat PTSL. Notarius, 18(1), 140–156. https://doi.org/10.14710/nts.v18i1.57791
Atikah, N. (2022). Kedudukan surat keterangan tanah sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah dalam sistem hukum pertanahan Indonesia. Notary Law Journal, 1(3), 263–289. https://doi.org/10.32801/nolaj.v1i3.29
Azadi, H., Robinson, G., Barati, A. A., Goli, I., Movahhed Moghaddam, S., Siamian, N., Värnik, R., Tan, R., & Janečková, K. (2023). Smart land governance: Towards a conceptual framework. Land, 12(3), 600. https://doi.org/10.3390/land12030600
Barry, M. (2018). Fit-for-purpose land administration—Administration that suits local circumstances or management bumper sticker? Survey Review, 50(362), 383–385. https://doi.org/10.1080/00396265.2018.1501130
Basupi, L. V., Quinn, C. H., & Dougill, A. J. (2017). Using participatory mapping and a participatory geographic information system in pastoral land use investigation: Impacts of rangeland policy in Botswana. Land Use Policy, 64, 363–373. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.03.007
Damajanti, S. U. (2026). Digital transformation of land administration: Strengthening good land governance and legal certainty in Indonesia. YURIS: Journal of Court and Justice, 5(3), 1–15. https://doi.org/10.56943/jcj.v5i3.1047
Dawidowicz, A., & Źróbek, R. (2017). The role of land administration systems in the process of sustainable development. Land Use Policy, 68, 604–614. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.08.042
Enemark, S., McLaren, R., & Lemmen, C. (2016). Fit-for-purpose land administration: Guiding principles for country implementation. United Nations Human Settlements Programme.
Enemark, S., McLaren, R., & Lemmen, C. (2021). Fit-for-purpose land administration—Providing secure land rights at scale. Land, 10(9), 972. https://doi.org/10.3390/land10090972
Food and Agriculture Organization of the United Nations, United Nations Economic Commission for Europe, & International Federation of Surveyors. (2022). Digital transformation and land administration: Sustainable practices from the UNECE region and beyond (FIG Publication No. 80). FAO. https://doi.org/10.4060/cc1908en
Hendriks, B., Zevenbergen, J. A., Bennett, R. M., & Antonio, D. (2019). Pro-poor land administration: Towards practical, coordinated, and scalable recording systems for all. Land Use Policy, 81, 21–38. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2018.09.033
Ho, S., Choudhury, P. R., & Joshi, R. (2023). Community participation for inclusive land administration: A case study of the Odisha urban slum formalization project. Land Use Policy, 125, 106457. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2022.106457
Idris, K. A., & Hamzah, A. H. (2026). Towards smart land governance: A fit-for-purpose electronic land administration framework for sustainable digital transformation. Malaysian Journal of Information and Communication Technology, 11(1), 16–30. https://doi.org/10.53840/myjict11-1-251
Karimi, A., & Brown, G. (2017). Assessing multiple approaches for modelling land-use conflict potential from participatory mapping data. Land Use Policy, 67, 253–267. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.06.004
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2021). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2023). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang penerbitan dokumen elektronik dalam kegiatan pendaftaran tanah.
Khair, V. M., & Assyahri, W. (2024). Optimalisasi administrasi pertanahan di Indonesia: Tantangan dan strategi menuju kepastian hukum. Journal of Public Administration and Management Studies, 2(2), 55–62.
Kramer, A. K., Klümper, F., Müller, A., & Thornberry, F. (2021). Strengthening accountability for responsible land governance: Linking governance of tenure to human rights. Sustainability, 13(19), 11113. https://doi.org/10.3390/su131911113
Lestario, A., & Erlina, E. (2022). Sistem pendaftaran tanah yang memberikan perlindungan hukum bagi pemegang sertifikat hak atas tanah di Indonesia. Notary Law Journal, 1(1), 1–30. https://doi.org/10.32801/nolaj.v1i1.1
Mohadi, W. A. N., Saleng, A., & Paserangi, H. (2026). Digitalization of land administration and legal certainty for land rights in Indonesia. Veredas do Direito, 23(9), e237009. https://doi.org/10.18623/rvd.v23.7009
Morales Guarin, J. M., Lemmen, C. H. J., de By, R. A., Ortiz Davila, A. E., & Molendijk, M. (2021). Designing all-inclusive land administration systems: A case study from Colombia. Land Use Policy, 109, 105617. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2021.105617
Musmuliadi, M., Gaol, S. L., & Sudarto, S. (2025). Penerapan asas kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa tumpang tindih sertipikat hak milik atas tanah: Studi kasus Putusan Nomor 2/G/2023/PTUN.PLK. FOCUS, 6(2). https://doi.org/10.37010/fcs.v6i2.1950
Pebriananta, R. (2026). Transitioning from traditional to digital land administration in Ponorogo. Indonesian Journal of Agrarian Law, 3(1), 247–279. https://doi.org/10.15294/jal.v3i1.41322
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 tentang hak pengelolaan, hak atas tanah, satuan rumah susun, dan pendaftaran tanah.
Rahmatizadeh, S., Rajabifard, A., Kalantari, M., & Ho, S. (2018). A framework for selecting a fit-for-purpose data collection method in land administration. Land Use Policy, 70, 162–171. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.10.034
Ramadhani, R. (2021). Pendaftaran tanah sebagai langkah untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap hak atas tanah. Sosek: Jurnal Sosial dan Ekonomi, 2(1).
Saidin, S., Wati, A. M., & Pratama, R. A. (2024). Fungsi pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pertanahan: Studi Desa Alebo Kecamatan Konda. PAMARENDA: Public Administration and Government Journal, 4(1), 63–74. https://doi.org/10.52423/pamarenda.v4i1.7
Situmeang, S. M. T., Pane, M. D., Utomo, S. S., Wuntu, H. F., Sutarjo, S., & Pudjiastuti, D. (2025). Peningkatan kesadaran hukum masyarakat dalam penyelesaian sengketa pertanahan melalui edukasi dan pendampingan di Desa Mekarsari Kabupaten Bandung Barat. Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 4(3), 394–402. https://doi.org/10.55681/devote.v4i3.4537
United Nations Committee of Experts on Global Geospatial Information Management. (2020). Framework for effective land administration. United Nations.
Van den Berg, C., Unger, E. M., Bennett, R., & Lemmen, C. H. J. (2022). Towards effective land administration: What is striking about the digital transformation for land administration in developing context. In Proceedings of the 27th FIG Congress 2022, Warsaw, Poland.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eka Merdekawati Djafar, Muhammad Zulfan Hakim, Naswar Naswar, Zulkifli Aspan, Tri Fenny Widayanti, Fajlurrahman Jurdi, Sardil Mutaallif, Muhammad Fikri, A. M. Randy Syekh, Muhammad Nabil Zhafir, Rohid Purwadi, Sitti Mut Mainnah, Winanda Fajri Al Hakim, Renaldi Tappang Samara, Linda Sekar Sari, A. Nur Ilmi Amaliyah Passalowongi, Ismi Azizah Djufri, Syarizah Dafani Afriani Darman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Anda bebas untuk:
- Berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Mengadaptasi — mencampur, mengubah, dan membuat materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Berdasarkan ketentuan berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- BerbagiSerupa — Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan aslinya.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.












