Saring Sebelum Sharing: Peran Fatayat Nahdlatul Ulama dalam Melawan Hoax

Authors

  • Lakna Tulas Un Institut Karya Mulia Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.69812/jpn.v3i1.226

Keywords:

Fatayat Nahdlatul Ulama, Hoax, Komunikasi Digital

Abstract

Maraknya penyebaran informasi palsu (hoax) pada ruang digital menjadi tantangan serius dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya kelompok pengguna aktif media sosial. Anggota Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang beranggota golongan ibu–ibu merupakan kelompok strategis sekaligus rentan terhadap paparan hoax, mengingat tingginya itensitas penggunaan media digital, seperti: WhatsApp, Instagram dan Facebook dalam aktivitas kesehariannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat peran ibu Fatayat NU sebagai agen literasi dalam melawan penyebaran hoax melalui penerapan prinsip ‘saring sebelum sharing.’ Pengabdian ini dilaksanakan bekerja sama dengan Fatayat NU Pengurus Anak Cabang (PAC) Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah dengan melibatkan sebayak 29 peserta. Metode pelaksanaan kegiatan, meliputi: penyampaian materi secara komunikatif, diskusi interaktif serta pemaparan studi kasus hoax dan non–hoax yang dekat dengan pengalaman keseharian peserta. Materi disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan kontekstual, namun tetap berlandaskan pada konsep–konsep dasar Ilmu Komunikasi, seperti literasi digital, etika bermedia serta prinsip tabayyun dalam komunikasi digital.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait karakteristik hoax, pentingnya verifikasi sumber infirmasi serta dampak negatif penyebaran hoax bagi keluarga dan lingkungan sosial. Selain itu, peserta menunjukkan kesadaran yang lebih krisis dan reflektif dalam menerima serta membagikan informasi pada ruang digital. Kegiatan tersebut juga memperkuat peran strategis anggota Fatayat NU sebagai agen perubahan dalam membangun budaya komunikasi digital yang bijak, kritis dan bertanggungjawab pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, program pengabdian dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan hoax berbasis komunitas melalui pendekatan komunikasi yang edukatif dan partisipatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, M. I. (2022). Peran organisasi Fatayat dalam pengembangan pendidikan berbasis masyarakat di Dusun Nepak RW 002 Desa Bulurejo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang tahun 2022 [Skripsi sarjana, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (UNDARIS)]. Repository UNDARIS.

Anggeraini, Y., Faridi, A., Mujiyanto, J., & Bharati, D. A. L. (2019). Literasi digital: Dampak dan tantangan dalam pembelajaran bahasa. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (PROSNAMPAS), 2(1), 386–389.

Ardi, I. M., Mulyaning Ati, R., Rhangga, A., Anggraini, P., & Eka Syahputra, H. (2023). Literasi digital sebagai upaya kritis memerangi berita bohong: Studi terhadap Gerakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). KOMUNIKA, 10(2), 145–153. https://doi.org/10.22236/komunika.v10i2.10756

Fensi, F. (2018). Fenomena hoax: Tantangan terhadap idealisme media dan etika bermedia. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 4(2), 133–148. https://doi.org/10.30813/bricolage.v4i02.1657

Janah, F., & Yusuf, A. (2020). Etika komunikasi di media sosial melalui prinsip SMART (Salam, Ma’ruf, dan Tabayyun) perspektif Al-Quran. JAWI: Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues, 3(2), 101–118. https://doi.org/10.24042/jw.v3i2.8068

Juditha, C. (2018). Hoax communication interactivity in social media and anticipation. Jurnal Pekommas, 3(1), 31–44. https://doi.org/10.30818/jpkm.2018.2030104

Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta gerakan literasi digital di Indonesia: Studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran dan mitra yang dilakukan oleh JAPELIDI. Informasi, 47(2), 149–166. https://doi.org/10.21831/informasi.v47i2.16079

Kusaini, U. N., Rimulawati, V., Saputra, N., Sari, D. K., & Sariyati, S. (2024). Peran ibu dalam menjaga keseimbangan emosional keluarga. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 18(1), 26–33. https://doi.org/10.31869/mi.v18i1.5428

Nisa, Z. K., Safitri, D. D. O., & Fitria, U. R. (2023). Gerakan Fatayat NU Kabupaten Blitar dalam membangun kemaslahatan keluarga. SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies, 3(2), 20–27. https://doi.org/10.28926/sinda.v3i2.1065

Rahmadhany, A., Safitri, A. A., & Irwansyah, I. (2021). Fenomena penyebaran hoax dan hate speech pada media sosial. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis, 3(1), 30–43. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.182

Restianty, A. (2018). Literasi digital, sebuah tantangan baru dalam literasi media. GUNAHUMAS: Jurnal Kehumasan, 1(1), 72–87. https://doi.org/10.17509/ghm.v1i1.28380

Tulas’un, L. (2025). Komunikasi digital untuk organisasi siswa: Optimalisasi media sosial dalam kegiatan OSIS. Jurnal Pengabdian Negeri, 2(3), 191–198. https://doi.org/10.69812/jpn.v2i3.167

Tulas’un, L., & Winarni, I. (2025). Analisis perkembangan bahasa anak dalam berkomunikasi: Studi pada anak usia SD/MI terhadap perkembangan bahasa. TRILOGI: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta, 4(2), 162–172. https://doi.org/10.47134/trilogi.v4i2.1549

Tulas’un, L., Khairani, N. R., & Setiawan, M. A. (2026). Membangun kritisasi media: Mengidentifikasikan dan menanggapi berita palsu (hoaks). Sustainable Society Journal, 1(1), 12–17.

Un, L. T. (2025). Komunikasi Digital untuk Organisasi Siswa: Optimalisasi Media Sosial dalam Kegiatan OSIS. Jurnal Pengabdian Negeri, 2(3), 191-198. https://doi.org/10.69812/jpn.v2i3.167

Wiryany, D., Natasha, S., & Kurniawan, R. (2022). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap perubahan sistem komunikasi Indonesia. Jurnal Nomosleca, 8(2), 242–252. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v8i2.8821

Downloads

Published

30-03-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

Tulas Un, L. (2025). Saring Sebelum Sharing: Peran Fatayat Nahdlatul Ulama dalam Melawan Hoax. Jurnal Pengabdian Negeri, 3(1), 1-12. https://doi.org/10.69812/jpn.v3i1.226

Most read articles by the same author(s)