Pemetaan Kuliner sebagai Produk Wisata di Kelurahan Sekanak Raya melalui Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan
DOI:
https://doi.org/10.69812/jpn.v3i1.264Keywords:
Kuliner Lokal, Produk Wisata, Pemberdayaan Masyarakat, Pariwisata MaritimAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan potensi kuliner lokal sebagai produk wisata di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat perbatasan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada keberadaan potensi kuliner masyarakat yang belum sepenuhnya terdokumentasi, terstandarisasi, dan terintegrasi dengan pengembangan pariwisata maritim berbasis komunitas. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan koordinasi bersama mitra, sosialisasi, diskusi kelompok terarah, tanya jawab, observasi lapangan, serta pendampingan terbatas kepada masyarakat dan pelaku kuliner lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Kelurahan Sekanak Raya dan kawasan Belakang Padang memiliki beragam potensi kuliner yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, antara lain Cendol Botak, Mie Lendir, Prata, Penaram, Laksmana Mengamuk, Rujak Buk Lak, serta olahan hasil laut yang merepresentasikan identitas masyarakat kepulauan. Kegiatan ini juga menemukan bahwa masyarakat memiliki keinginan kuat untuk mengangkat kuliner lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata, tetapi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, belum optimalnya standardisasi produk, pengemasan yang belum menarik, promosi digital yang masih terbatas, legalitas usaha yang belum merata, serta belum adanya pola produksi yang lebih terencana. Melalui kegiatan diskusi dan pendampingan, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa kuliner lokal tidak hanya bernilai sebagai produk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi identitas destinasi, media promosi budaya, serta sumber peningkatan ekonomi masyarakat. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemetaan kuliner lokal perlu dilanjutkan dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, branding produk, promosi digital, legalitas usaha, dan kolaborasi lintas aktor agar kuliner Sekanak Raya dapat berkembang sebagai produk wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Downloads
References
Apak, Ö. C., & Gürbüz, A. (2023). The effect of local food consumption of domestic tourists on sustainable tourism. Journal of Retailing and Consumer Services, 71, 103192. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2022.103192
Ataöv, A., Haliloğlu Kahraman, Z. E., & Osmay, S. (2022). Empowering the community through participation and action in historic neighbourhood conservation planning. Frontiers of Architectural Research, 11(3), 492–508. https://doi.org/10.1016/j.foar.2021.12.001
Dolezal, C., & Novelli, M. (2022). Power in community-based tourism: Empowerment and partnership in Bali. Journal of Sustainable Tourism, 30(10), 2352–2370. https://doi.org/10.1080/09669582.2020.1838527
Fernández, M., & Irimia-Diéguez, A. (2025). Links between food tourism and the local economy: A systematic literature review. Sustainable Futures, 10, 100959. https://doi.org/10.1016/j.sftr.2025.100959
Gutierrez, E. L. M. (2023). Re-examining the participation and empowerment nexus: Applications to community-based tourism. World Development Perspectives, 31, 100518. https://doi.org/10.1016/j.wdp.2023.100518
Han, S., Olya, H., Kim, M. J., & Kim, T. (2024). Generative-based community sustainable tourism development: From conceptualization to practical framework. Journal of Hospitality and Tourism Management, 61, 34–44. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2024.09.009
Lapuz, M. C. M. (2023). The role of local community empowerment in the digital transformation of rural tourism development in the Philippines. Technology in Society, 74, 102308. https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2023.102308
Makkonen, T., & Williams, A. M. (2024). Cross-border tourism and innovation system failures. Annals of Tourism Research, 105, 103735. https://doi.org/10.1016/j.annals.2024.103735
Mayaka, M., Croy, W. G., & Cox, J. W. (2019). A dimensional approach to community-based tourism: Recognising and differentiating form and context. Annals of Tourism Research, 74, 177–190. https://doi.org/10.1016/j.annals.2018.12.002
Park, E., & Widyanta, A. (2022). Food tourism experience and changing destination foodscape: An exploratory study of an emerging food destination. Tourism Management Perspectives, 42, 100964. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2022.100964
Prokkola, E.-K. (2024). Multilayered borders as a method for studying tourism destination development: A case of northern European border regions. Tourism Geographies. https://doi.org/10.1080/08865655.2024.2415026
Recuero-Virto, N., & Valilla Arróspide, C. (2024). Culinary destination enchantment: The strategic interplay of local gastronomy in regional tourism development. International Journal of Gastronomy and Food Science, 36, 100931. https://doi.org/10.1016/j.ijgfs.2024.100931
Ruiz-Ballesteros, E. (2023). What community for community-based tourism? Current Issues in Tourism, 26(16), 2664–2677. https://doi.org/10.1080/13683500.2022.2091982
Ruiz-Ballesteros, E., & González-Portillo, A. (2024). Limiting rural tourism: Local agency and community-based tourism in Andalusia (Spain). Tourism Management, 104, 104938. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2024.104938
Stalmirska, A. M. (2024). Local food in tourism destination development: The supply-side perspectives. Tourism Planning & Development, 21(2), 160–177. https://doi.org/10.1080/21568316.2021.1928739
Su, X. (2024). Security, economy, and the touristification of borders. Annals of Tourism Research, 105, 103734. https://doi.org/10.1016/j.annals.2024.103734
Thio, S., Kristanti, M., & Sondak, M. R. (2024). The role of food consumption value and attitude toward food on behavioral intention: Culinary tourist behavior in Indonesia. Cogent Business & Management, 11(1), 2371985. https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2371985
Wani, M. D., Dada, Z. A., & Shah, S. A. (2024). Can consumption of local food contribute to sustainable tourism? Evidence from the perception of domestic tourists. The International Journal of Sustainable Development & World Ecology, 31(2), 163–178. https://doi.org/10.1080/13504509.2023.2262950
Yang, S., Liu, Y., & Xu, L. (2024). The effect of food tourism experiences on tourists’ subjective well-being. Heliyon, 10(3), e25482. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e25482
Yeboah, R., & Ashie, D. (2024). Promotion of local food as tourism product in the Cape Coast Metropolis: An explorative research. Heliyon, 10(24), e40950. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e40950
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ady Muzwardi, Oksep Adhayanto, Herry Wahyudi, Casiavera Casiavera

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Anda bebas untuk:
- Berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Mengadaptasi — mencampur, mengubah, dan membuat materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Berdasarkan ketentuan berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- BerbagiSerupa — Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan aslinya.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.












